Mengetahui Email Facebook Yang Disembunyikan

Posted on 3:51 AM by dejud | 0 comments

Langsung aja, berikut caranya:

1. Buka profil Target.
facebook.com/mika.junianto

2. Buka link berikut : 
https://www.facebook.com/recover.php
Log Out dulu facebook kalian yang lagi login atau buka pakai browser lain.
3. Muncul 3 pilihan, kita pilih "Enter Your Facebook Username" dan masukkan username atau id prodil facebook target trus klik "search"



4. Akan muncul top up "Security Check", masukkan aja kode yang muncul.


5. Setelah sukses melewati security check, akan muncul tampilan reset password seperti gambar berikut.


6. Ketika yang muncul seperti gambar diatas (no.5), maka tinggal lihat source codenya dengan cara:
1. Klik kanan(pada tampilan reset), klik "view page sorce"
atau
2. Tekan tombol "CTRL+U"



Muncullah source kodenya seperti berikut, yang didalam kode tersebut terdapat email target.


7. Seperti gambar diatas, muncul emailnya seperti ini:
{"email":["malenetter\u0040yahoo.com"]}
posisi ada dibawah

Tinggal gantikan aja 


malenetter\u0040yahoo.com
kode "\uoo4o" pada email menjadi @

menjadi 



malenetter@yahoo.com


sangat mudah dan dapat dimengerti..

Takdir Menghargaiku Dengan Mencintaimu

Posted on 1:05 AM by dejud | 6 comments

Ini aku, yang kaku tanpa tarianmu, setidaknya, tidak ada alunan melodi yang mengalun disini, tanpa aku harus memperangkapkan segenap masa lalu, masa kini dan esokku didalam pelukan tidurmu. aku cahaya yang akan semakin redup, jika aku harus menyala sendiri tanpa mu.bahkan aku tidak akan menjadi cahaya, tidak akan menjadi apa-apa,karena layar perahu ku, telah kau selimutkan diantara kisah yang sudah aku pertaruhkan untukmu,bagaimanapun aku tahu, lautan yang menyambangiku bukanlah antara berombak atau tidak,antara badai atau teduh,tapi mampukah rindu kita saling bersahutan, sampai nahkoda yakin karang yang berdiri angkuh didepan buritan kapal kita, adalah karang yang yang akan meluluhlantakkan raga kita, melumat jiwa kita sampai hanya ada air mata yang mengalir deras tanpa ampun.
"jangan terus kan egomu sayang, aku coba peduli untukmu, cobalah keluar dari masalahmu, jangan menghindar". ucapan itu mengalir teduh dari ketulusanmu, sambil menunduk , dengan matamu yang sudah memerah, seperti awan hitam yang sebentar lagi akan menghujam bumi dengan badai dan hujan, halilintar yang salaing bersahut-sahutan. aku hanya menunduk diam, hanya ada dua patah kata yang bisa ku ucapkan, setidaknya itu yang membuat mu yakin bahwa aku mendengar seluruh ucapanmu. "aku bingung, terlalu berat apa yang harus kulewati saat ini, masalah datang tanpa mau tahu aku sedang apa, sedang berduka kah? perihkah?".
mungkin seharian kita sudah lelah, beberapa hari terakhir ini adalah hari yang paling buruk dalam perjalanan cinta kita, mulai sore kemarin, emosi kita meledak, kadang aku sadar, aku terlalu berlebihan menuntutmu, untuk selalu mengerti aku, selalu memintamu tersenyum untukku, padahal dihatimu telah berkecamuk beragam permasalahan lain yang tidak aku mengerti sama sekali, aku sadar begitu tajam ego ku megendalikan persaan, padahal cinta bukan milik salah satu perasaan, tapi dua perasaan sekaligus,yang harus kita selaraskan. seperti malam, jika bintang adalah ego, dan bulan adalah perasaan, maka ego harus terlihat kecil, dan perasaanlah yang menerangi malam sepenuhnya, ego tidak akan pernah hilang, tapi ego juga tidak harus mempu membuat cahaya sendiri, jika malam ingin terlihat indah.
permasalahan-permasalahan kecil yang sangat sepele yang sering membuat kita harus salah paham, kadang sangat berlebihan kita menanggapinya. tapi itulah perasaan, aku yakin, perasaan cinta lah yang mendominasi masalah kita, jika tidak ada cinta, mungkin kita tidak akan saling punya masalah, energi cinta yang ada membuat kita sensitif dengan kondisi hati orang yang kita sayangi.
malam ini, setelah seharian kita benam dalam kesalahpahaman, hanyut dalam ego masing-masing. dan mengapung dalam air mata yang hampir kering, kita saling membela diri, saling menyalahkan, seolah-olah kita sudah tidak mengenal perasaan kita lagi, sangat kontras dengan kebahagian-kebahagian kita yang telah terlewati, kita bercanda dengan cinta, saling membisikkan kerinduan, kita menyatu dan larut, seperti cinta cuma kita berdua yang punya. aku tersenyum sendiiri, gila sendiri, sedih sendiri, takut sendiri, aku takut ego yang menonjol dan mempengaruhiku, membuatmu membenciku, membuatmu jenuh dan meninggalkanku, tanpa ampun aku semakin takut, karena aku sangat menyanyangimu, semampuku.

memelukmu.. yah memelukmu
memelukmu.. dan memelukmu dan memelukmu
sampai aku yakin
dengan memelukmu aku merasa masih dicintai
pucat pasi harapanku
saat ingin menggenggam tangan mu
begitu aku pasrah dengan ketakutanku
sebab kehilanganmu sama dengan menutup hatiku
maafkam aku
jangan benci aku, aku mohon
kuatkan aku dalam ketidaksempurnaanku
lengkapi aku dengan adamu yang selalu menemani jantungku untuk selalu berdetak
jika hidup ku adalah mencintai
hati ku yakin untuk selalu mengalir kearahmu
takdir telah menghargaiku untuk memilihmu
kamu telah menjelma menjadi episode terindah
untuk sampai keabadian memanggilku
Mencintamu Takdir Terindah untukku

Amukan Tiada Bermata

Posted on 3:53 AM by dejud | 0 comments

Tersuruk sebuah catatan lama di sangkutan baju
Menggelantung bercumbu dengan udara
Lepaslah desah desah keriput
Tapi nyata menjelma bak kunang-kunang

Mulanya disiangi cinta dengan bulu-bulunya
Diperapian dikobarkan apa saja
Hingga lepas semua dan tanggal perekatnya
Namun ia menghantuinya dengan sebangsa ajian tanpa penawar

Luka menerawang menjelama dalam kutukan-kutukan
Penyeselan bertasbih gencar
Apa saja bergemuruh seperti suara maha memekikkan
Mengalirlah darah dari duapasang telinga dan mata

Cinta ditanggalkan
Dilumat bersama amukan amarah yang berputar kesetanan
Cemburu membabi buta melesat jauh dan laju
Menamparkan diri dalam wajah apa saja yang menampungnya

Berteriaklah apa saja yang menghadang
Demi cinta aku memulainya
Demi cinta Aku menyudahinya
Biarlah tidak bersisa
Sampai tidak berbekas

Tutor Ignore YahELite

Posted on 2:30 PM by dejud | 0 comments




Langsung aja tanpa ada basabasi.




kita mulai dari setting Emote terlebih dahulu.










pada tampilan Yahelite klik tulisan Toys lalu Emote, tampilan seperti pada gambar diatas.




masukan code pertama: 




Emote to self


<b><red>%USER%</b> b-( <blue>mohon maaf [-o< <b><black>anda masuk kandang :(|) dahulu ;;)




code kedua:




Emote to a selected person


<b><red>%IUSR%</b> b-( <blue>mohon maaf [-o< <b><black>anda masuk kandang :(|) dahulu ;;)




Click OK


sekarang kita setting Button


Membuat tombol yang akan mengaktifkan dan menonaktifkan pesan Ignore anda. Dapat juga anda memasukan, smiley, beberapa simbol, gaya, warna, font, ukuran font yang berbeda - juga dapat memanfaatkan yang sudah ada. 








Berikut caranya:
1. Klik "Buttons" tab untuk tombol ditampilkan (jika tersembunyi)


2. Sambil menekan CTRL ALT dan waktu yang sama, klik tombol apa saja yang tidak digunakan, akan terlihat tampilan "User Define Button X"


3. Dalam kotak "Label on the button" masukkan nama  yang anda ingini, misalnya diberi nama "IGGY"


4. Didalam “Contents of the Button” masukkan: 

/replace <ignore!>:+ perkataan sesuai anda.


Contoh

/replace <ignore!> <b><red>%IUSR%</b> b-( <blue>mohon maaf [-o< <b><black>anda masuk kandang :(|) dahulu ;;)


a. Jika Anda ingin menggunakan YahElite lebih mudah tinggal masukkan:

    /replace <ignore!> :iggy %IUSR%

b. Anda cukup memasukan nama "iggy" yang ada didalam Emote:  

   /replace <ignore!> :name of your e-mote %IUSR%






5. klik Automatically send the text (like pressing enter)


kemudian OK


Catatan:


Harus diperhatikan dalam pemasukan code diatas karna jika salah tidak akan berbentuk dengan sempurna.




YahELite codes



Menu >> Info >> Documentation >> Macros/Replacements


setelah semuanya selesai tinggal melihat ke room & klik Button berkali² agar code nya masuk ke room, kemudian klik kanan user yang ada diroom lalu klik ignore 






Semoga Berhasil

Kecewa

Posted on 6:23 PM by dejud | 2 comments


Pecah berserak luluh hati mengadu
Tak tertahan ingin luap meronta
Benamkan perih rasa terpatri kecewa
Kadang resah harapku terpendam amarah
Tinggalkan hilang terjang lara
Hanyut hingga terbawa
Menepi di perasingan dan tak berarti lagi
Terus berulang tak hanya itu
Lebih dari ketidakpedulianmu
Berpaling bahkan pergi habis kau lukai
Seakan tak bersalah cobalah kau adili dirimu sendiri
Dan tak akan mampu kau mau mengerti
Terkecuali maaf yang berkali sering kau ucap
Bukan berarti dapat mengobati luka kau toreh
Bahkan merapuhkan hampir berhenti denyut nadi

SANG PEJUANG

Posted on 6:15 PM by dejud | 0 comments

Semburat matahari masih hangat meninggalkan jejak pada bumi yang direngkuh
Guyur hujan menderu melapisi debu menguap kepul asap berdebu
Semilir sepoi angin menyentuh dahi yang masih berpeluh dengan butir keringat
Mata sang pejuang menatap haru pesta pora kemerdekaan…


Keringat masih belum kering menempel jelas pada kulit yang semakin tua
Suara dan genderang perang masih terdengar di telinga mereka yang telah tuli
Samar-samar suara itu mendekat dalam bayang yang semakin pudar
Dicobanya melempar senyum atas apa yang telah ia upayakan demi tegak kemerdekaan


Luka sobek di sekujur tubuh ia tatap dengan begitu semangat
Tak ada nyeri tak ada pula sedu sedah untuk sebuah perjuangan
Tawa sang pejuang sambil menarik dan mencubiti bekas luka itu
Ia anggukkan kepala sebagai bukti ia rela menorah darah demi bangsa yang ia cinta


Tapi…….
Benarkah sudah kita rentang sejuta rasa bagi kesejahteraan mereka?
Mengapa sang pejuang harus duduk merenungi nasib dan tempat tinggal mereka
Mengapa sang pejuang harus terdesak oleh kemerdekaan yang ia ciptakan?
Mengapa butir keringat mereka tidak memberi ruang kesadaran bagi kita ?


Sang pejuang kini terpelanting dengan hura-hura yang dipertontonkan
Sang pejuang kini harus tersingkir dari kemerdekaan yang ia berikan kepada bangsa
Ia pun menepi di balik sunyi kehidupan tanpa iba tanpa belasungkawa
Ia terjungkal oleh kerakusan yyang tidak bermoral


Lantas…..
Mestikah kita berdiam dengan rayap yang terus menggerus kehidupan para pejuang?
Atau mata hati ini telah mati oleh nikmatnya kehidupan?
Hmmm….pantaslah bila kemudian azab dan murka menjadi sebuah pembelajaran
Karna perlakuan dan penghormatan anak negeri tak lagi berpihak pada veteran


Mari kita sadarkan diri
Mari kita saling berbagi kepada mereka yang telah menggadai nyawa demi negeri ini
Para Pejuang itu tidak mengharap atas apa yang telah mereka korbankan
Tapi tak jua salah memberi ketentraman dan ketenangan hidup bagi veteran
Di negeri yang mereka persembahkan ini wajarlah mereka kita muliakan


Oh para Pejuang…, semoga hatimu tetap terang benderang 
Di tengah kehidupan bangsamu yang begitu kelam dan gersang....

Bunda Maafkan Anakmu

Posted on 10:40 PM by dejud | 0 comments

Bunda….
Ku lihat gurat menebal di sekujur wajahmu yang menua
Ku lihat rambut putih mulai tumbuh di antara rambut hitam kepalamu
Langkahmu gontai tak lagi menginjak bumi
Namun tawamu begitu tulus menghadapi hidup yang penuh tipu daya dan sandiwara
Kau tetap bersemangat menjalani hidup walau duri menancap kuat di jemari kaki
Begitu lirih dan perih tetapi hidupmu tak tertopang kata pamrih

Bunda…
Aku hapal bau keringatmu setelah sehari penuh berkutat dengan tugas dan kewajibanmu.
Menetes jatuh gumpalan keringat itu demi waktu demi anakmu dan demi bangsamu....

Aku ingat pucat pasi bersemayam jelas di kedalaman kulitmu
Letih lesu nampak jelas mengiring seputar waktu-seluruh hidupmu
Kau jadikan kepalamu sebagai kaki demi secercah harap di penghujung waktu

Kau banting tulangmu dengan sayatan sembilu
Namun ruh dan semangatmu begitu tangguh dan terus bertabuh

Bunda,
Bila datang malam-menutup siangmu yang meletihkan itu
Pejamkanlah mata dan baringkan tubuhmu di kasur hangat untuk memulai pagimu ....

Namun, kau tetap terbangun karena sakit anakmu
Kau panjangkan harap bersama jemari memeluk erat sekujur tubuhku
Aku rasakan betapa lembut kasih sayangmu
Dalam hati aku berbisik “Bunda, biarlah aku tidur tanpa dekapmu. Engkau telah begitu lelah”.

Bunda
Semoga kasih sayangmu tak menjadikanku manja dan lupa diri
Semoga cinta dan ketulusanmu menjadikan aku tetap tegar menata masa depanku....
Semoga perjuanganmu menanamkan keberanianku menundukkan dunia ini
Semoga nasihat dan kata-kata lembutmu membekas di kedalaman hatiku
Semoga beranjak usiamu meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu…

Bunda,
Maafkan anakmu.